Beranda Post Bersama Pemkab Bener Meriah, LPHK Damaran Baru Gelar Launching Hutan Kampung dan Eco Village

Bersama Pemkab Bener Meriah, LPHK Damaran Baru Gelar Launching Hutan Kampung dan Eco Village

16
0
SHARE
Bersama Pemkab Bener Meriah, LPHK Damaran Baru Gelar Launching Hutan Kampung dan Eco Village

Bersama Pemkab Bener Meriah, LPHK Damaran Baru Gelar Launching Hutan Kampung dan Eco Village. (Ist)

BENER MERIAH – Dalam rangka pengembangan pengelolaan kawasan hutan lindung, Lembaga Pengelola Hutan Kampung (LPHK) Damaran Baru bersama pemerintah kabupaten (Pemkab) Bener Meriah menggelar Launching Hutan Kampung dan Eco Village (Kampug Wisata Alam), di Kampung Damaran Baru, Timang Gajah, Bener Meriah, Minggu (24/11/2019). 

Pada kegiatan yang bertema “Merewat Hutan Adalah Merawat Kehidupan” tersebut, juga dilakukan serah terima Perizinan  Hutan Desa yang dibuka langsung oleh Bupati Bener Meriah, Tgk. H. Syarkawi, yang disaksikan langsung oleh Istri Plt. Gubernur Aceh, Dyah Erti Idawati, Direktur Program SeTAPAK The Asia Foundation (TAF), Lili Hasanuddin, Camat Timang Gajah, Budi Nugroho S.Ip, Reje (Kades) Kampung Damaran Baru, Abdul Gani dan Ketua LPHK Damaran Baru, Sumini. 

Dalam laporannya, Reje Kampung Damaran Baru, Abdul Gani menyampaikan, ke depan, sesuai dengan yang dicanangkan pemerintah untuk menggerakkan sektor pariwisata bekerjasama dengan stakeholder dan lembaga peduli lingkungan seperti HAKA untuk mengembangkan desa ini menjadi tujuan wisata taman wisata alam. 

“Karena hutan yang berada di kaki gunung berapi itu terdapat beberapa hal yang menarik yang mungkin bisa dijadikan tempat penelitian seperti flora dan fauna endemik yang ada di sana, selain itu untuk mendukung karena kami berada di kawasan yang rawan bencana tentu saja hutan dan lingkungannya agar dapat dijaga dan dirawat secara bersama-sama,” kata Abdul Gani. 

Selain itu, Direktur Program SeTAPAK The Asia Foundation (TAF), Lili Hasanuddin menyebutkan, kegiatan tersebut merupakan acara yang cukup bersejarah, sebab dimana pemerintah pusat memberikan satu legalitas pengelolaan hutan kepada masyarakat, melalui LPHK Damaran Baru. 

“Yang lebih teristimewa lagi, karena pengurus kelompok LPHK ini adalah sebagian besar terdiri dari perempuan (ibu-ibu), ini adalah satu dari 65 dukungan yang kami (TAF) berikan kepada kelompok masyarakat di 14 provinsi yang berusaha untuk mendapatkan izin hutan desa melalui skema perhutanan sosial, dan ini (LPHK) merupakan yang kedua yang pengurusnya adalah perempuan semua setelah provinsi Bengkulu,” sebut Lili Hasanuddin. 

Namun, Lili Hasanuddin menambahkan, dalam pengelolaan izin hutan desa tersebut memiliki dua tantangan ke depan, yakni bagaimana cara membuat satu rencana kerja yang komperhensip dan lengkap untuk mengelola hutan desa yang telah diberikan, sebab, wilayah hutan desa yang diberikan tersebut adalah hutan lindung, maka, sudah pasti kegiatan yang dilakukan adalah yang terkait dengan perlindungan hutan dan kegiatan yang bersifat pemanfaatan hutan non kayu atau melalui perngembangan Echo Village. 

“Sedangkan tantangan ke dua adalah, biasanya kegiatan seperti ini, tidak akan berlanjut jika dukungan dari pemerintah daerah setempat tidak maksimal, terutama terkait dukungan anggaran terhadap pengembangan pengelolaan hutan desa,” katanya. 

Kemudian, Istri Plt. Gubernur Aceh, Dyah Erti Idawati juga menyampaikan, dengan diberikannya izin hutan desa dan gelar Echo Village pada desa Damaran Baru, merupakan sebuah potensi baik dan juga tidak terlepas dari tantangan, namun harus dibarengi dengan tanggung jawab yang luar biasa. 

“Himbauan saya yang paling penting, marilah kita sama-sama merawat hutan tersebut jangan sampai ada penebangan liar yang membuat kondisi alam kita memburuk, dan ini mohon dijaga pasti ada pintu masuk penebangan-penebangan ilegal,” imbuh Dyah erti. 

Acara tersebut mendapat apresiasi luar biasa dari Dyah Erti, karena, ia menilai dari segi dekorasi yang memiliki seni hingga memberikan impresi (kesan). Namun, kata Dyah, dari segi penataan desa yang masih perlu ditingkatkan. 

“Untuk itu, saya mengajak Reje (Kades) untuk bekerjasama dalam hal arsitektur dalam hal penataan desa, agar teratur dengan baik, karena desa kita sudah diberikan gelar echo village,” kata Dyah. 

Sedangkan Bupati Tgk. H. Syarkawi dalam sambutannya menyebutkan, pada tahun 2015 silam telah terjadi banjir bandang di Bener Meriah yang cukup berat, sehingga, kejadian tersebut menimbulkan ide inisiatif bagaimana merawat hutan dan lingkungan. 

“Yang ternyata promotornya adalah kelompok Ibu-Ibu (LPHK Damaran Baru), namun, yang paling penting adalah bagaimana setelah ini, kita sama-sama menjaga dan merawat hutan desa yang telah diberikan izin, serta sebagaimana penyampaian ibu Dyah bahwa dirinya siap membantu dalam hal pikiran dan modal, agar ini menjadi pintu gerbang pembangunan hutan desa kita,” ujar Tgk. H. Syarkawi. 

Sementara itu, ketua LPHK Damaran Baru, Sumini menyampaikan, berdasarkan Surat Keputusan (SK) Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonsia Nomor: SK.9343/MENLHK-PSKL/PKPS/PSL.0/11/2019, LPHK merupakan kelompok perempuan pertama di Aceh yang menjadi salah satu lembaga penerima izin pengelolaan kawasan hutan lindung melalui skema hutan desa dari Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. 

Sumini menjelaskan, terbitnya izin tersebut merupakan proses panjang yang telah dilalui oleh LPHK Damaran Baru, dimana beberapa tahapan seperti pemetaan partisipatif potensi sumber daya lokal, penyusunan kebijakan ditingkat lokal/kampung, penguatan pemahaman melalui diskusi kampung, dan lainnya dilakukan untuk menyakaman persepsi masyarakat terkait perhutanan sosial.

“Tahapan yang telah dilalui tentu tidak mudah, berbagai kendala dan pendekatan kerap menjadi batu loncotan dari proses yang ada, dan pastinya pasca izin merupakan periode yang berat untuk dapat  mengelola, merawat dan memanfaatkan potensi sumber daya hutan desa yang berbasis keberlanjutan ekologi,” katanya.

Ia menambahkan, perjalanan panjang tersebut, ternyata menuai hasil yang memuaskan, dimana pada tanggal 24 November 2019 menjadi hari bersejarah bagi kelompok ini, dimana pada tanggal tersebut dilakukan kegiatan serah terima dokumen Hutan Desa sekaligus Launching Eco Village (Kampung Wisata Alam) yang dilaksanakan oleh LPHK Damaran Baru Bekerjasama dengan Pemkab Bener Meriah dan Yayasan Hutan Alam dan Lingkungan Aceh melalui Program SeTAPAK The Asia Foundation.

Dalam kegiatan tersebut, turut dihadiri, Forkopimda, Forkopimda Plus, Istri Wakil Bupati Aceh Tengah, DPRK Bener Meriah, Kepala Kesatuan Pengelola Hutan Wilayah II, Ambia dan tokoh masyarakat setempat. (r)